Dharmasraya-sumbar, sumbarlivetv — Rayon Siguntur ke Simalidu Sepanjang 43,2 KM yang hampir sepanjang jalan tersebut menpunyai lubang maut.

 

Jalan tersebut terbentang Melintasi wilayah kecamatan Sitiung,Koto Baru,Koto salak Dharmasraya yang merupakan jalan utama atau jalur urat nadi perekonomian masyarakat.

Pasalnya,semenjak tahun 2023 sampai tahun 2024,jalan tersebut mengalami Rusak parah dan berlobang-lobang hampir di sepanjang Ruas jalan tersebut.

 

Selain Ruas jalan yang telah rusak juga terlihat di beberapa titik saluran air yang ada di sepanjang jalan tersebut terkesan kurang tersentuh oleh pihak yang mewenangi jalan ini atau terkesan tidak tersentuh oleh pemeliharaan tahunan.

 

Melihat kondisi jalan saat ini, masyarakat pemakai jalan wajib meningkatkan kewaspadaan.Pasalnya banyak lubang-lubang di tengah jalan yang bisa menimbulkan kecelakaan.

 

Hujan deras, akhir-akhir ini menjadi salah satu penyebab rusaknya infrastruktur jalan di berbagai daerah seperti tanah lonsor dan banjir. Senin (10/6/24) dari pantauan awak media, terlihat kerusakan jalan paling jelas terlihat di ruas jalur provinsi. Meliputi Jalan Simpang Siguntur – Simalidu antara Kecamatan Sitiung hingga Kecamatan Koto Salak, diantaranya di Nagari Siguntur , maupun Sitiung hingga Nagari Ampalu.

 

Lubang maut itu juga ada di sepanjang jalan dan Nagari yang melintasi jalan Provinsi Sumatera Barat tersebut. Tidak ketinggalan di jalur provinsi antara Ampalu ke Simalidu perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi.

Pada sejumlah jalur tersebut tampak lubang di tengah, kanan, dan kiri jalan. Diameter lubang sekitar lebar 20-50 sentimeter, dengan kedalaman antara 10-20 sentimeter. Oleh komunitas motor, lubang jalan diberi tanda melingkar dengan cat semprot putih.

 

“Kemarin saya lewat koto tuo Nagari Siguntur kecamatan Sitiung Ada genangan air, ternyata menutupi lubang. Saya tidak tahu, akhirnya motor saya rusak bagian kaki-kakinya karena terperosok” ungkap Dani ,warga Kecamatan Sitiung kepada para awak media.

 

Ketua Komisi III DPRD kabupaten Dharmasraya menandaskan, Pemprov Sumatera Barat mestinya segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait hal itu sampainya lewat whatsshap pribadinya.

 

Jalan Provinsi Sumatera Barat Siguntur -Simalidu tiap tahun mendapatkan dana perawatan dan terbukti sepanjang jalan tersebut 43,2 KM selalu di benahi dan hanya sebatas diberi tanda garis garis saja.

 

Sebaiknya pihak Persjal Provinsi Sumatera Barat wilayah V.2 UPTD wilayah V DPUPR Sumbar harus melakukan perbaikan dan jangan sebatas turun dan menandai dengan garis saja.

 

Salah satu Nara sumber yang tak boleh disebutkan namanya mengatakan.

“Jika retak lelah dan deformasi dibiarkan saja, maka ketika musim hujan bisa dipastikan air akan masuk ke dalam retakan dan mengubah retakan menjadi lubang yang semakin lama semakin besar. Karena itu sebaiknya begitu terjadi retak lelah dan deformasi, perbaikan harus segera dilakukan dengan penambalan-penambalan”. Terangnya.

 

 

# Dimetri piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *