Hilangnya Tugu Linggarjati di Tabing

Padang,Sumbarlivetv – Hilangnya tugu Linggarjati di Tabing sangat di sayangkan oleh pakar sejarah Unand,Prof Dr,Phil Gusti Asnan.Presiden RI Ir Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.Tugu Linggarjati di Tabing merupakan tugu bersejarah bagi bangsa indonesia terutama bagi warga Padang-Sumbar.

Perkataan Ir.Soekarno itu tentu menjadi pegangan bagi sejarawan untuk ikut andil dalam melestarikan bukti-bukti sejarah yang ada di satu daerah. Di Kota Padang, terdapat beberapa tugu atau monumen yang memiliki nilai histori sejarah dan menjadi bukti bahwa pada masa itu Kota Padang pernah dijajah kolonial Belanda.

Salah satunya Tugu Linggarjati yang berlokasi di Tabing Kota Padang. Tugu tersebut menjadi bukti bahwa pada saat itu Belanda berhasil menguasai beberapa wilayah yang ada di Kota Padang. Namun, kini bukti sejarah tersebut hilang seiring pembangunan jembatan yang terletak di samping tugu itu.Hilangnya tugu linggarjati di tabing Masih menjadi tanda tanya oleh tokoh masyarakat setempat,apa akan dibangun kembali atau tidak.

Saat diwawancarai oleh wartawan,Senin (1/2/2021), pakar sejarah Unand, Prof Dr Phil Gusti Asnan sangat menyayangkan sikap dinas terkait yang menghilangkan tugu bersejarah tersebut. Katanya, dengan menghilangkan tugu tersebut merupakan salah satu sikap yang tidak menghargai histori sejarah.

Pastinya ini satu hal yang tidak menghargai sejarah. Karena di saat banyak daerah menggadang-gadangkan bukti histori sejarah di tempat tersebut, kita malah menghilangkannya. Secara sejarah kita tidak bisa terima, kita sangat sesalkan,” katanya.

Ia menerangkan,”adanya Tugu Linggarjati merupakan bukti patokan daerah perluasan kekuasaan Belanda dahulunya ketika daerah-daerah Indonesia tersingkir”.Katanya, itu merupakan bukti yang jelas bahwa orang Indonesia dan Kota Padang khususnya memang mencoba bertahan berjuang melawan kolonial Belanda.

Tugu Linggarjati itu kan kebijakan pemerintah pusat yang mengadakan persetujuan dengan Belanda. Bagi kita itu adalah satu hal yang sangat disesalkan. Ketika buku-buku yang berisi sejarah mulai ditinggalkan orang, orang mulai beralih ke histori atau bukti. Bagaimana cara kita membuktikan kepada anak didik bahwa dulunya ada tugu bahwa Indonesia mengalah kepada Belanda dan memberikan sebagian wilayah saat dulu. Mestinya harus dilestarikan dan diperhatikan lagi,” tegasnya.

Baca juga : Wawako Apresiasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga :  Alumni SELUKA, SMP Negeri 1 Kecamatan Tigo Nagari,Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw 1443 H 2021 M

 

 

Deny

Tinggalkan Balasan