Menyikat Gigi
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Sumbarlivetv.com – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan paling dinanti kedatanganya oleh seluruh umat Islam di dunia. Dalam sebuah hadist shahih dikatakan bahwa “Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikitpun oleh api neraka” (HR. An-Nasa’i).

Selama Ramadhan umat Islam diwajibkan melakukan ibadah Puasa, puasa menahan haus dan lapar, puasa menahan hawa nafsu dan larangan-larangan lainya. Hal ini disampaikan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi sebagai berikut “Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Sebagai salah satu ibadah, puasa memiliki syarat sah dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama melaksanakan puasa agar ibadah kita kita tidak sia-sia, diantaranya menyikat gigi. Menyikat gigi saat sedang berpuasa sering menjadi perdebatan dikalangan umat, ada yang mengatakan boleh, ada juga yang mengatakan tidak boleh karena dapat membatalkan puasa.

Menanggapi fenomena tersebut Dr. Firdaus, M.Ag,  Ahli Hukum Islam, serta Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat saat dihubungi Sumbar Live TV melalui telfon selulernya menjelaskan jika menyikat gigi di bulan Ramadhan saat berpuasa tidak masalah, malah itu lebih baik. Berkumur-kumur dengan sempurna itu lebih baik karena nabi Muhammad S.A.W., tidak hanya berkumur-kumur tapi juga bersiwak atau sikat gigi saat sedang berpuasa.

Jadi menyikat gigi selama berpuasa tidak dihukum membatalkan puasa dan tidak pula di hukum makruh karena keutamaan mulut bersih itu lebih bagus, apalagi disaat kita akan melaksanakan ibadah Shalat, membaca Al-Quran, Berzikir, dan sebagainya.Ibadahpun akan lebih terasa nyaman dilakukan saat mulut dalam kondisi segar, terangnya.

Yang membatalkan itu adalah berkumur-kumur yang berlebihan hingga airnya ditelan, tapi jika hanya berkumur-kumur seperti biasa saat akan shalat tidak jadi masalah. Para sahabat menyaksikan Nabi Muhammad bersiwak, sementara siwak memilki sedikit rasa manis dan beraroma harum.

Firdaus menambahkan bahwa berkumur-kumur, menyikat gigi, dan bersiwak juga memiliki faedah seperti menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh bakteri yang berkembang di dalam mulut. Sebagai umat Islam yang cinta kebersihan jangan biarkan bakteri berlama-lama berada didalam mulut, tutup Ahli Hukum Islam tersebut.

Frans

Tinggalkan Balasan