PADANG PANJANG, Sumbarlivetv — Satu-satunya di Sumbar, Pemko Fasilitasi Mudik Gratis Bagi Mahasiswa. Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan fasilitas mudik gratis bagi para mahasiswa dan mahasiswi asal Kota Padang Panjang yang sedang berkuliah di Pulau Jawa.

Program tersebut diberi  Mama Papa (Mahasiswa-Mahasiswi Padang Panjang) Mudik Gratis. Ini merupakan program mudik gratis pertama di Sumatera Barat bagi para anak rantau yang tengah melaksanakan pendidikan di Pulau Jawa.

Kepala Bidang Angkutan, Perparkiran Dishub, Harry Rizka Perdana, S.IP, M.Si saat ditemui Kominfo di ruang kerjanya menjelaskan, Program Mama Papa Mudik Gratis diberikan kepada mahasiswa dan mahasiswi dengan syarat menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa dan KTP Padang Panjang.

Baca juga :  Rakernas XV Apeksi 2022 di Padang Resmi Dimulai, Wali Kota se-Indonesia Berkolaborasi Sikapi Isu Strategis Nasional

“Program ini kuotanya terbatas Hanya untuk 40 orang saja. Keberangkatan menggunakan satu unit kendaraan bus eksekutif. Direncanakan berangkat pada 25 April dengan lokasi keberangkatan dari Kampus Unpad Bandung dan Kampus UI Depok,” jelasnya.

Harry menyebutkan selama di perjalanan, konsumsi para pemudik ini juga disediakan pihak Dishub. Peserta dari daerah lain di Pulau Jawa, dapat bergabung di lokasi keberangkatan.

Ia juga mengimbau para peserta agar melengkapi dokumen pendukung protokol Covid-19 untuk perjalanan darat.

“Untuk pendaftaran bisa melalui kontak person Rean (Bandung) nomor 082357227123, Bobi (Jakarta) nomor 085792170046. Atau juga bisa menghubungi Dishub Padang Panjang di nomor 085263140405 dan 085263077428,” sebutnya.

Ia berharap dengan adanya program ini dapat meringankan beban para para mahasiswa dan mahasiswi untuk pulang kampung dan dapat menikmati suasana Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta di Kota Padang Panjang.

Baca juga :  SUTAN RISKA RAIH PENGHARGAAN INAGARA AWARD LAN RI

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Panjang, Arkes Refagus mengatakan, untuk kali ini programnya hanya berlaku untuk para mahasiswa dan mahasiswi saja.

“Mungkin ke depan kalau disetujui pimpinan dan DPRD, akan kita kembangkan cakupannya. Sehingga bisa mencakup para perantau yang juga ingin pulang kampung,” katanya.

(rifki)

Tinggalkan Balasan