Upaya Penyelamatan Kapal Kontainer Raksasa Yang “Terjebak” Melintang di Terusan Suez Mesir
Foto:Kapal kontainer raksasa yang melintang di Terusan Suez

Sumbarlivetv.com, Mesir – Upaya penyelamatan kapal kontainer raksasa yang “terjebak” melintang di Terusan Suez selama empat hari terakhir terus dilakukan. Pasalnya kapal itu menghalangi lalulintas kapal di Terusan Suez yang amat strategis tersebut sehingga dikhawatirkan akan membuat perekonomian dunia runyam adanya.

Kapal itu dimiliki perusahaan Jepang yang pada 27 Maret 2021 berjanji membantu “pembebasan” kapal tersebut meski tak menjanjikan bahwa hal itu akan segera membuahkan hasil.

Sementara itu banyak perusahaan perkapalan dunia mulai mengalihkan rute pelayaran sehingga tak harus melewati Terusan Suez di mana Ever Given, kapal kontainer malang tersebut, masih teronggok.

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sementara itu dilaporkan bakal mengirim para pakar penggalian untuk mengkaji langkah-langkah yang bisa diambil guna membuka kembali terusan tersebut.

Selain itu pakar penyelamatan kapal dari Jepang dan Belanda juga segera beraksi sementara kekhawatiran akan dampak ekonomis petaka tersebut kian membesar.

Baca juga :  Bupati Sutan Riska Turun Langsung Tinjau Pembangunan Infrastruktur yang Sedang Berjalan

Upaya penyelamatan kapal kontainer raksasa yang terjebak melintang di Terusan Suez. Perusahaan perkapalan  Jepang, Shoei Kisen Kaisha, menyatakan upaya mengangkat kapal (refloat) sudah dilakukan namun kapan hasilnya didapat tidak bisa diperkirakan .

Sebelumnya presiden direktur Shoei Kisen Kaisha, Higaaki Yukito, menyatakan permintaann maaf atas musibah yang terjadi pada kapal berbobot 220.000 ton itu.

Kargo senilai US$9,5 miliar kini terkena macet di Terusan Suez akibat petaka tersebut dan kapal-kapal yang masih bisa mengubah rute kini harus melewati Tanjung Harapan Baik di Afrika bagian selatan untuk menuju destinasi akhir, termasuk tujuh kapal LNG.

Setidaknya ada 16 tanker LNG yang rencana masuk ke terusan Suez namun belakangan mesti mengubah rencana pelayaran,” kata analis perkapalan Rebecca Chian dari perusahaan Kpler yang berbasis di Singapura.

Baca juga : Budaya Religius BASAPA Diakui Sebagai Warisan Kebudayaan Indonesia

Ricky/Pung W

Tinggalkan Balasan